Rancang Bangun Sistem Monitoring Laboratorium Komputer Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Efisiensi Energi

Authors

  • Via Audina Universitas Bina Nusantara Author
  • Syarif Hidayat Universitas Bina Nusantara Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muaratek.v2i3.478

Keywords:

Internet of Things, sistem monitoring, laboratorium komputer, efisiensi energi, ESP32, MQTT, dashboard real-time

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring laboratorium komputer berbasis Internet of Things (IoT) untuk efisiensi energi. Sistem yang dikembangkan mampu memantau parameter penting seperti suhu ruangan, kelembaban, intensitas cahaya, konsumsi daya listrik, dan status penggunaan perangkat secara real-time. Data yang diperoleh dari berbagai sensor dikirimkan melalui protokol komunikasi nirkabel ke platform cloud untuk kemudian ditampilkan dalam bentuk dashboard yang dapat diakses oleh pengelola laboratorium melalui perangkat mobile maupun desktop.Metode penelitian yang digunakan meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi sistem, serta pengujian kinerja. Perangkat keras yang digunakan terdiri dari mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemrosesan utama, sensor DHT22 untuk pengukuran suhu dan kelembaban, sensor PZEM-004T untuk monitoring konsumsi daya, dan sensor LDR untuk pengukuran intensitas cahaya. Data dari sensor dikirimkan ke platform cloud menggunakan protokol MQTT. Perangkat lunak dikembangkan dengan bahasa pemrograman C++ untuk pemrograman perangkat keras dan Python berbasis framework Flask untuk pembangunan aplikasi web dashboard. Antarmuka pengguna dirancang responsif dan user-friendly dengan fitur pemantauan real-time, notifikasi peringatan otomatis, serta riwayat data historis.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil memantau seluruh parameter dengan akurasi tinggi. Sensor DHT22 memiliki rata-rata error suhu 0,5°C dan error kelembaban 2%. Sensor PZEM-004T menghasilkan error pengukuran daya sebesar 1,2% dibandingkan alat ukur standar. Sistem mampu mengirimkan data ke platform cloud dengan latency rata-rata 1,2 detik. Pengujian notifikasi peringatan berhasil mengirimkan pesan melalui aplikasi Telegram ketika parameter melewati batas ambang yang ditentukan. Implementasi sistem monitoring ini memungkinkan pengelola laboratorium untuk mengambil tindakan cepat dalam mengatur penggunaan perangkat, sehingga konsumsi energi dapat ditekan hingga 25% lebih hemat dibandingkan sebelum penerapan sistem.Dengan demikian, sistem monitoring laboratorium komputer berbasis IoT yang dikembangkan dalam penelitian ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi energi serta mendukung pengelolaan laboratorium yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Sistem ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan fitur otomatisasi kontrol perangkat berbasis aturan-aturan tertentu untuk optimalisasi konsumsi energi.

Published

2026-07-13