Strategi Adaptasi Pertanian Cerdas Iklim dan Pemanfaatan Pangan Fungsional Lokal untuk Mengatasi Stunting dan Malnutrisi di Wilayah Pedesaan: Pendekatan Sistem Pangan Berkelanjutan

Authors

  • Maya Sari Dewi Universitas Katolik Darma Cendika Author
  • Kayla Putri Maharani Universitas Katolik Darma Cendika Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muramu.v2i3.513

Keywords:

pertanian cerdas iklim, pangan fungsional lokal, stunting, malnutrisi, sistem pangan berkelanjutan, pedesaan Indonesia

Abstract

Stunting dan malnutrisi remain menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang kritis di wilayah pedesaan Indonesia, terutama di tengah tekanan perubahan iklim yang mengganggu produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi adaptasi pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture/CSA) yang terintegrasi dengan pemanfaatan pangan fungsional lokal sebagai pendekatan sistem pangan berkelanjutan untuk mengatasi stunting dan malnutrisi di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem pangan berkelanjutan yang mengintegrasikan tiga dimensi: (1) produksi pangan berkelanjutan melalui praktik CSA, (2) akses dan distribusi pangan yang adil, dan (3) konsumsi pangan bergizi dengan memanfaatkan pangan fungsional lokal. Data dikumpulkan melalui survei rumah tangga, wawancara mendalam dengan petani dan kader posyandu, serta analisis kandungan gizi pangan lokal di tiga wilayah pedesaan yang representatif di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSA—melalui varietas tanaman tahan kekeringan, sistem irigasi hemat air, dan agroforestri—mampu meningkatkan produktivitas pertanian rata-rata 25-30% sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Pangan fungsional lokal seperti umbi-umbian, sayuran indigenous, dan serealia lokal terbukti memiliki kandungan gizi yang potensial untuk mencegah stunting. Integrasi CSA dengan pangan fungsional lokal dalam satu sistem pangan berkelanjutan menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan konsumsi pangan bergizi di tingkat rumah tangga. Penelitian ini juga mengidentifikasi strategi adaptasi yang efektif, termasuk penguatan kapasitas petani melalui sekolah lapang iklim, pengembangan rantai nilai pangan fungsional lokal, dan kebijakan insentif untuk produksi dan konsumsi pangan bergizi. Namun, implementasi strategi ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan informasi, rendahnya kesadaran masyarakat tentang manfaat pangan fungsional lokal, serta keterbatasan infrastruktur dan kebijakan pendukung. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan sistem pangan berkelanjutan yang terintegrasi, kolaboratif, dan adaptif sebagai strategi kunci untuk mengatasi stunting dan malnutrisi di wilayah pedesaan, dengan mengoptimalkan potensi lokal dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Published

2026-07-30