Digital Humanities dan Geowisata Berkelanjutan: Model Tata Kelola Destinasi Wisata Berbasis AI dan Kearifan Lokal

Authors

  • Alifia Ramadhani Putri Universitas Respati Yogyakarta Author
  • Bima krisna Universitas Respati Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muramu.v2i3.505

Keywords:

Digital Humanities, geowisata berkelanjutan, kecerdasan buatan, kearifan lokal, tata kelola destinasi wisata

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan destinasi wisata menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi keberlanjutan geowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model tata kelola destinasi wisata yang mengintegrasikan pendekatan Digital Humanities, kecerdasan buatan (AI), dan kearifan lokal dalam kerangka geowisata berkelanjutan. Digital Humanities berperan sebagai jembatan antara teknologi digital dan nilai-nilai humanistik, memastikan bahwa transformasi digital tetap berpihak pada pelestarian budaya, partisipasi masyarakat, dan keadilan sosial. Sementara itu, AI dimanfaatkan untuk optimalisasi manajemen destinasi melalui prediksi kunjungan wisatawan, analisis sentimen berbasis media sosial, sistem rekomendasi personal, serta pemantauan daya dukung lingkungan secara real-time. Kearifan lokal diintegrasikan sebagai fondasi etis dan operasional dalam pengambilan keputusan, memastikan bahwa pengembangan wisata tidak mengorbankan identitas budaya dan keseimbangan ekologis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sistematis dan analisis komparatif terhadap berbagai model tata kelola wisata di kawasan geopark dan destinasi berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tata kelola hibrida yang memadukan teknologi AI, pendekatan humanistik Digital Humanities, dan nilai-nilai kearifan lokal mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan destinasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan ekologis dan budaya. Namun, implementasinya menghadapi tantangan berupa kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta risiko komodifikasi budaya yang perlu diantisipasi melalui regulasi dan pengawasan yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan kerangka tata kelola yang partisipatif, adaptif, dan berbasis komunitas sebagai strategi kunci untuk mewujudkan geowisata yang berkelanjutan di era digital.

Published

2026-07-30