Konversi Ampas Tebu dan Kulit Kopi menjadi Bioplastik Ramah Lingkungan: Model Ekonomi Sirkular untuk Industri Kecil Menengah
DOI:
https://doi.org/10.64365/muramu.v2i3.471Keywords:
ampas tebu, bioplastik, ekonomi sirkular, Industri Kecil Menengah, kulit kopi, ampas tebu, bioplastik, ekonomi sirkular, Industri Kecil Menengah, kulit kopiAbstract
Penumpukan limbah organik seperti ampas tebu dan kulit kopi menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan, terutama bagi Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bioplastik ramah lingkungan berbasis campuran ampas tebu dan kulit kopi sebagai implementasi model ekonomi sirkular. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi selulosa dari kedua bahan baku, proses blending dengan plasticizer alami (gliserol), serta pencetakan bioplastik menggunakan teknik hot press. Karakterisasi bioplastik meliputi uji biodegradasi, kuat tarik, ketahanan air, dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal ampas tebu dan kulit kopi (70:30) menghasilkan bioplastik dengan sifat mekanik yang baik (kuat tarik 8,4 MPa) serta mampu terdegradasi sempurna dalam tanah selama 21 hari. Selain itu, penerapan model ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah mampu menekan biaya produksi hingga 35% dibandingkan bioplastik konvensional. Dengan demikian, konversi ampas tebu dan kulit kopi menjadi bioplastik tidak hanya menawarkan solusi ramah lingkungan tetapi juga berpotensi mendukung keberlanjutan usaha IKM melalui efisiensi biaya dan pengurangan limbah.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA ILMU : Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
