The Future of Work: Hybrid Management, Employee Wellness, and Leadership
DOI:
https://doi.org/10.64365/muramu.v2i2.329Keywords:
Manajemen Hybrid, Kesejahteraan Karyawan, Kepemimpinan, Masa Depan Kerja, Keseimbangan Kehidupan KerjaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen hybrid, kesejahteraan karyawan, dan kepemimpinan dalam membentuk masa depan dunia kerja. Seiring dengan percepatan transformasi digital dan perubahan pola kerja pascapandemi, model kerja hybrid menjadi standar baru yang menuntut penyesuaian strategis dari sisi organisasi maupun individu. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 250 karyawan dari berbagai sektor industri yang telah menerapkan sistem kerja hybrid minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan regresi berganda dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen hybrid yang fleksibel dan terstruktur secara signifikan meningkatkan kesejahteraan karyawan (β = 0.42, p < 0.01), sementara gaya kepemimpinan transformasional terbukti memoderasi hubungan tersebut sekaligus berdampak langsung terhadap produktivitas dan retensi karyawan. Temuan lain mengungkap bahwa kesejahteraan mental dan keseimbangan kehidupan-kerja menjadi mediator kunci antara praktik manajemen hybrid dan kinerja organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan masa depan kerja hybrid tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi pada integrasi antara kebijakan yang berpusat pada karyawan, sistem pendukung kesejahteraan, dan kepemimpinan adaptif. Implikasi praktis dari studi ini direkomendasikan bagi manajer SDM dan pimpinan organisasi dalam merancang model kerja hybrid yang berkelanjutan.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA ILMU : Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
