Adaptasi Kurikulum Berbasis AI: Tantangan Literasi Digital dan Etika Belajar di Sekolah Menengah
DOI:
https://doi.org/10.64365/muramu.v2i2.328Keywords:
Kurikulum AI, Literasi Digital, Etika Belajar, Sekolah Menengah, Tantangan AdaptasiAbstract
Penerapan kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI) di sekolah menengah menjadi respons terhadap perkembangan teknologi digital yang pesat. Namun, adaptasi ini menghadirkan tantangan signifikan, terutama dalam hal literasi digital dan etika belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan literasi digital siswa serta mengidentifikasi dilema etis yang muncul dalam pembelajaran berbantuan AI. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dengan survei terhadap 250 siswa dari tiga sekolah menengah di wilayah perkotaan dan pedesaan, serta wawancara mendalam dengan 15 guru dan 6 ahli kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun 78% siswa memiliki akses terhadap perangkat AI, hanya 34% yang mampu memverifikasi kredibilitas informasi dari sistem AI. Selain itu, ditemukan tiga tantangan etika utama: ketergantungan berlebihan pada AI untuk menyelesaikan tugas akademik, ambiguitas dalam pembagian kredit atas karya yang dihasilkan AI, serta minimnya kesadaran akan bias algoritmik. Guru melaporkan kesulitan dalam merancang asesmen yang adil dan membedakan antara kolaborasi sah dengan kecurangan akademik. Kesimpulannya, adaptasi kurikulum berbasis AI di sekolah menengah membutuhkan penguatan literasi digital kritis dan pengembangan etika belajar yang adaptif. Rekomendasi penelitian mencakup pelatihan guru, integrasi etika AI ke dalam mata pelajaran, serta penyusunan kebijakan sekolah yang jelas tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA ILMU : Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
