Digital Well-being dan Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Milenial: Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial di Media Sosial sebagai Faktor Protektif
DOI:
https://doi.org/10.64365/muramu.v2i1.228Keywords:
Digital Well-being, Fear of Missing Out (FoMO), Regulasi Emosi, Dukungan Sosial Online, Generasi MilenialAbstract
Generasi milenial, sebagai pengguna aktif media sosial, rentan mengalami tekanan psikologis seperti Fear of Missing Out (FoMO) yang dapat mengganggu digital well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran regulasi emosi dan dukungan sosial online sebagai faktor protektif dalam memitigasi dampak FoMO terhadap kesejahteraan digital. Melalui survei kuantitatif terhadap 250 responden milenial pengguna media sosial di Indonesia, penelitian ini mengukur tingkat FoMO, digital well-being, kemampuan regulasi emosi, dan persepsi dukungan sosial yang diperoleh dari platform digital. Hasil analisis regresi hierarkis menunjukkan bahwa FoMO berasosiasi negatif dan signifikan dengan digital well-being. Namun, kemampuan regulasi emosi yang adaptif dan persepsi dukungan sosial online yang tinggi terbukti berperan sebagai moderator protektif. Kedua faktor tersebut secara signifikan melemahkan hubungan negatif antara FoMO dan digital well-being. Temuan ini menyoroti bahwa di balik risiko media sosial, terdapat mekanisme psikologis dan sosial yang dapat dikembangkan untuk melindungi kesejahteraan pengguna. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya intervensi yang berfokus pada peningkatan literasi emosi digital dan penguatan jaringan sosial yang suportif di ruang online untuk membangun ketahanan psikologis generasi milenial dalam menghadapi tekanan sosial di dunia digital.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA ILMU : Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
