Sistem Pakar untuk Rekomendasi Obat Bebas menggunakan Metode Dempster-Shafer Theory

Authors

  • Rahmat Hidayatullah Universitas Cokroaminoto Makassar Author
  • Siti Nurhaliza Zainuddin Universitas Cokroaminoto Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/murakom.v2i3.293

Keywords:

Sistem Pakar, Rekomendasi Obat Bebas, Dempster-Shafer Theory, Swamedikasi, Ketidakpastian

Abstract

Kesadaran masyarakat akan kesehatan mendorong peningkatan praktik swamedikasi atau pengobatan mandiri, terutama untuk penyakit ringan. Namun, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai jenis penyakit, gejala, serta obat bebas yang tepat seringkali menyebabkan kesalahan dalam pemilihan obat. Kesalahan ini berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan atau memperparah kondisi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pakar yang dapat memberikan rekomendasi obat bebas berdasarkan gejala yang diinputkan oleh pengguna, menggunakan metode Dempster-Shafer Theory untuk mengatasi ketidakpastian dalam diagnosis.Sistem pakar ini dirancang dengan basis pengetahuan yang diperoleh dari wawancara dengan pakar (apoteker/dokter) dan studi literatur, mencakup berbagai jenis penyakit ringan seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan diare beserta obat bebas yang sesuai. Metode Dempster-Shafer Theory diterapkan untuk menghitung tingkat keyakinan (densitas) terhadap suatu penyakit berdasarkan kumpulan gejala yang muncul, sehingga dapat merekomendasikan obat yang paling sesuai meskipun terdapat gejala yang tidak lengkap atau ambigu.Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Pengujian sistem dilakukan dengan membandingkan hasil rekomendasi dari sistem pakar dengan diagnosis pakar untuk kasus yang sama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pakar ini mampu memberikan rekomendasi obat bebas dengan tingkat akurasi yang baik. Metode Dempster-Shafer terbukti efektif dalam menangani ketidakpastian gejala dan memberikan hasil yang mendekati penalaran seorang pakar. Sistem ini diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi masyarakat untuk melakukan swamedikasi secara lebih aman dan tepat.

Published

2026-07-07