Identifikasi Dini Anemia melalui Tanda Klinis dan Pemeriksaan Hemoglobin pada Siswi Remaja

Authors

  • Kartika Dewi Sari STIKES Bhakti Husada Mulia Author
  • Luthfi Hasan STIKES Bhakti Husada Mulia Author

Keywords:

Deteksi Dini, Gejala Klinis, Hemoglobin, Remaja Putri

Abstract

Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 132 siswi kelas tujuh dipilih sebagai sampel secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner gejala anemia dan pengukuran kadar Hb menggunakan hemoglobinometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,5% responden menderita anemia (Hb < 12 g/dL), sementara 48,5% melaporkan adanya gejala anemia. Namun, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa gejala klinis memiliki sensitivitas yang rendah (39%) dan spesifisitas terbatas (19%) dalam mendeteksi anemia. Nilai Prediksi Positif (PPV) sebesar 60,93% dan Nilai Prediksi Negatif (NPV) sebesar 8,82% memperkuat temuan bahwa gejala saja bukan indikator yang andal. Disimpulkan bahwa diagnosis anemia yang hanya mengandalkan gejala klinis tidak memiliki akurasi yang memadai. Pemeriksaan kadar hemoglobin tetap merupakan metode skrining yang lebih valid dan objektif untuk deteksi dini anemia pada remaja putri. Di samping intervensi medis, upaya peningkatan kesadaran melalui edukasi mengenai anemia, penyebab, dan pencegahannya bagi siswa, orang tua, dan guru sangat dianjurkan. Penanganan defisiensi nutrisi, khususnya zat besi, melalui perbaikan pola makan dan 

Downloads

Published

2025-07-30