Hubungan Lama Operasi Dengan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
DOI:
https://doi.org/10.64365/murakes.v2i4.544Keywords:
Anestesi spinal, Derajat shivering, Lama operasi, Pasien Pasca AnestesiAbstract
Shivering merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien setelah menjalani anestesi spinal dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor perioperatif, salah satunya lama operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan derajat shivering pada pasien pasca anestesi spinal di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal dan dipilih sesuai kriteria penelitian. Lama operasi dicatat berdasarkan waktu pelaksanaan operasi, sedangkan derajat shivering dinilai pada menit ke-10 setelah pasien berada di ruang pemulihan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menjalani operasi kurang dari 60 menit, yaitu sebanyak 46 pasien (92%). Sebanyak 31 pasien (62%) mengalami shivering dengan derajat ringan hingga berat. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,247 dengan nilai p=0,083, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama operasi dengan derajat shivering. Meskipun demikian, terdapat korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama operasi belum dapat digunakan sebagai faktor tunggal dalam memprediksi derajat shivering pada pasien pasca anestesi spinal.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
