Dampak Perubahan Iklim (Suhu Ekstrem) terhadap Perilaku Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental Populasi
DOI:
https://doi.org/10.64365/murakes.v2i3.366Keywords:
perubahan iklim, suhu ekstrem, aktivitas fisik, kesehatan mental, populasiAbstract
Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan frekuensi dan intensitas suhu ekstrem memberikan ancaman serius terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk perilaku aktivitas fisik dan kesehatan mental. Suhu yang sangat panas atau sangat dingin dapat membatasi ruang gerak individu dan memicu gangguan psikologis.Abstrak ini bertujuan untuk menganalisis dampak suhu ekstrem akibat perubahan iklim terhadap perubahan perilaku aktivitas fisik serta gangguan kesehatan mental pada populasi umum.Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis dari berbagai penelitian empiris dan laporan kesehatan global (WHO, IPCC) dalam 10 tahun terakhir yang mengkaji hubungan antara paparan suhu ekstrem dengan tingkat aktivitas fisik serta prevalensi gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan stres.Suhu ekstrem (panas >35°C atau dingin <0°C) terbukti secara signifikan menurunkan durasi dan intensitas aktivitas fisik di luar ruangan, meningkatkan perilaku sedentary (diam/terbatas di dalam ruangan), serta mengganggu pola tidur dan regulasi emosi. Secara psikologis, populasi yang terpapar gelombang panas atau dingin ekstrem melaporkan peningkatan gejala kecemasan (hingga 25%), depresi, iritabilitas, dan kelelahan mental. Kelompok rentan (lansia, anak-anak, pekerja luar ruangan, dan populasi berpenghasilan rendah) mengalami dampak paling berat.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
