Pengaruh Pemaparan Narasi FOMO (Fear of Missing Out) di Media Sosial terhadap Kualitas Tidur dan Kadar Kortisol pada Remaja Akhir
DOI:
https://doi.org/10.64365/murakes.v2i3.287Keywords:
FOMO, media sosial, kualitas tidur, kortisol, remaja akhirAbstract
Penggunaan media sosial yang masif pada remaja akhir sering memicu Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kecemasan akibat perasaan ketinggalan tren atau interaksi online. Paparan konten bernarasi FOMO diduga dapat memicu stres yang berdampak pada kualitas tidur dan peningkatan hormon kortisol.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan narasi FOMO di media sosial terhadap kualitas tidur dan kadar kortisol pada remaja akhir.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental. Sebanyak 30 partisipan remaja akhir (usia 18-21 tahun) dipaparkan pada konten media sosial bernarasi FOMO selama 7 hari berturut-turut. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sementara kadar kortisol diukur melalui sampel saliva. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kualitas tidur yang signifikan (p<0,05) dan peningkatan kadar kortisol saliva setelah pemaparan narasi FOMO. Remaja yang terpapar intens cenderung mengalami tidur lebih larut dan durasi tidur yang berkurang.Paparan narasi FOMO di media sosial terbukti berpengaruh negatif terhadap penurunan kualitas tidur dan peningkatan kadar kortisol pada remaja akhir. Hal ini mengindikasikan bahwa FOMO dapat menjadi pemicu stres fisiologis yang mengganggu kesehatan.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
