Analisis Spasial dan Pemodelan Prediktif Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Faktor Iklim Mikro di Permukiman Padat Perkotaan
DOI:
https://doi.org/10.64365/murakes.v2i2.285Keywords:
DBD, analisis spasial, pemodelan prediktif, iklim mikro, permukiman padat perkotaanAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di perkotaan, terutama pada permukiman padat yang menyediakan habitat ideal bagi vektor Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kejadian DBD dan mengembangkan model prediktif berbasis faktor iklim mikro di permukiman padat perkotaan. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan sebaran kasus dan analisis statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel iklim mikro (suhu, kelembaban, curah hujan) dengan insiden DBD. Hasil analisis spasial menunjukkan pola pengelompokan kasus di area dengan kepadatan bangunan tinggi dan sirkulasi udara terbatas. Model prediktif yang dikembangkan mengindikasikan bahwa kelembaban udara dan curah hujan dua minggu sebelumnya merupakan prediktor signifikan terhadap peningkatan kasus. Pemodelan ini menghasilkan peta wilayah risiko yang dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini. Kesimpulannya, integrasi analisis spasial dan faktor iklim mikro efektif untuk memprediksi kejadian DBD, sehingga mendukung upaya pengendalian vektor yang lebih tepat sasaran di permukiman padat perkotaan.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
