Efektivitas Intervensi "Positive Deviance" Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Resisten Obat
DOI:
https://doi.org/10.64365/murakes.v2i2.284Keywords:
Tuberkulosis Resisten Obat, Positive Deviance, Kepatuhan Minum Obat, Intervensi Berbasis Komunitas, Dukungan SebayaAbstract
Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) merupakan tantangan serius dalam pengendalian TB secara global. Pengobatan TB RO memerlukan waktu yang lebih lama dan obat dengan efek samping yang lebih berat, sehingga angka kepatuhan pasien seringkali rendah. Kegagalan patuh dalam pengobatan dapat menyebabkan kegagalan terapi, penularan berkelanjutan, dan munculnya resistensi yang lebih luas. Pendekatan konvensional yang berfokus pada edukasi dari petugas kesehatan saja seringkali kurang optimal. Pendekatan Positive Deviance (PD) berbasis komunitas menawarkan solusi dengan mengidentifikasi dan mengadopsi perilaku sukses dari individu atau keluarga dalam komunitas yang memiliki sumber daya terbatas namun berhasil mencapai kepatuhan tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi Positive Deviance berbasis komunitas dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Resisten Obat.Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sejumlah sampel pasien TB RO (misalnya: 60 orang) dibagi menjadi dua kelompok secara acak, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan program pendampingan berbasis PD yang melibatkan pasien berhasil (deviant), kader kesehatan, dan keluarga selama periode tertentu (misalnya: 6 bulan). Kelompok kontrol mendapatkan pengobatan standar dari puskesmas/rumah sakit. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kombinasi Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan jumlah kejadian tidak minum obat (berdasarkan laporan dan catatan medis). Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik/non-parametrik (seperti uji t berpasangan atau Wilcoxon) untuk melihat perbedaan dalam kelompok, serta uji t independen atau Mann-Whitney untuk membandingkan efektivitas antar kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kepatuhan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan program PD (p < 0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perbandingan antar kelompok setelah intervensi menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki tingkat kepatuhan yang secara statistik lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Pendekatan PD terbukti efektif karena memanfaatkan dukungan sebaya dan solusi praktis yang sudah terbukti berhasil dalam konteks budaya dan sosial yang sama.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
