Peran Organisasi Palang Putih Nusantara Dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Kaum Muda Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Di Padepokan Pudyaraja Kota Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.64365/muradik.v2i4.711Keywords:
Organisasi Palang Putih Nusantara, Penghayat Kepercayaan, Rasa Percaya Diri, Kaum MudaAbstract
Kaum muda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa masih menghadapi stigma sosial yang dapat berkaitan dengan proses pembentukan identitas dan perkembangan rasa percaya diri. Organisasi Palang Putih Nusantara (PPN) berperan sebagai wadah pembinaan spiritual, budaya, dan karakter bagi kaum muda Penghayat Kepercayaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran dan strategi PPN dalam menumbuhkan rasa percaya diri kaum muda, mendeskripsikan perkembangan rasa percaya diri kaum muda melalui keterlibatan dalam kegiatan organisasi, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif di Padepokan Pudyaraja, Kota Yogyakarta. Informan penelitian terdiri atas tiga kaum muda, satu orang penyuluh sekaligus pengurus PPN, dan tiga orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPN berperan sebagai wadah pembelajaran, pembentukan identitas spiritual, penyedia dukungan sosial, pembinaan kaum muda, serta pelestarian nilai dan regenerasi organisasi. Keterlibatan kaum muda dalam program dan kegiatan PPN menunjukkan perkembangan rasa percaya diri dalam aspek sosial, spiritual, dan keorganisasian, yang terlihat melalui keyakinan terhadap kemampuan diri, keberanian mengekspresikan diri, kemampuan berinteraksi dan berpartisipasi, penerimaan terhadap identitas sebagai Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta sikap optimis dalam menghadapi tantangan. Tantangan dan hambatan dalam proses pembinaan terutama berkaitan dengan kondisi kaum muda, seperti rasa malu dan takut, rendahnya pemahaman mengenai hak dan identitas sebagai Penghayat Kepercayaan, stigma dan pengaruh lingkungan sosial, kesulitan dalam regenerasi, serta pengaruh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup kaum muda.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


