Integrasi AI dan Transformasi Digital dalam Pembelajaran Inklusif STEM: Analisis Kepuasan Guru dan Adopsi Teknologi di Indonesia

Authors

  • Karina Salsabila Universitas YARSI Author
  • Novita Sari Universitas YARSI Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muradik.v2i4.605

Keywords:

kecerdasan buatan, pendidikan inklusif, STEM, kepuasan guru, adopsi teknologi,, transformasi digital, Indonesia

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan STEM inklusif menjadi tantangan sekaligus peluang di tengah transformasi digital sistem pendidikan Indonesia. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan guru dan adopsi AI dalam pembelajaran STEM inklusif menggunakan pendekatan studi literatur sistematis. Temuan menunjukkan bahwa kepuasan guru dalam mengadopsi AI-STEM di sekolah inklusif sangat dipengaruhi oleh empat faktor utama: budaya digital (digital culture), kondisi pendukung (facilitating conditions), literasi AI, dan ekspektasi kinerja (performance expectancy), dengan budaya digital sebagai faktor paling dominan . Studi yang melibatkan 1.004 guru dan siswa sekolah inklusif menunjukkan bahwa kesiapan organisasi dan literasi AI lebih krusial daripada persepsi kemudahan penggunaan atau pengaruh sosial dalam adopsi AI . Pemerintah Indonesia melalui Kemendikdasmen telah merespons dengan mengintegrasikan literasi digital dan AI dalam kurikulum, menerapkan project based learning, serta memperkuat kolaborasi dengan industri . Namun, tantangan signifikan tetap ada, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya guru pendidikan khusus, dan kesenjangan akses di daerah terpencil . Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam pembelajaran STEM inklusif memerlukan pendekatan holistik yang mencakup penguatan budaya digital, program literasi AI yang disesuaikan, dukungan kelembagaan berkelanjutan, dan kebijakan yang memastikan pemerataan akses teknologi bagi seluruh sekolah inklusif di Indonesia.

Published

2026-10-08