Reproduksi Ketimpangan Sosial dalam Sistem Pendidikan: Analisis Sosiologi Kritis terhadap Akses dan Modal Budaya

Authors

  • Eko Prasetyo Wibowo Universitas Widyatama Author
  • Lina Marlina Siregar Universitas Widyatama Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muradik.v2i4.595

Keywords:

reproduksi sosial, ketimpangan pendidikan, modal budaya, habitus, sosiologi kritis, Pierre Bourdieu

Abstract

Sistem pendidikan sering dipandang sebagai institusi netral yang menjanjikan mobilitas sosial dan kesetaraan akses bagi semua lapisan masyarakat. Namun, realitas menunjukkan bahwa pendidikan justru berperan sebagai mekanisme reproduksi ketimpangan sosial, di mana akses dan keberhasilan akademik sangat ditentukan oleh latar belakang sosial-ekonomi dan modal budaya yang dimiliki siswa. Penelitian ini mengkaji bagaimana ketimpangan sosial direproduksi dalam sistem pendidikan melalui analisis sosiologi kritis dengan menggunakan kerangka teoritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus, modal budaya, modal sosial, dan kekuasaan simbolik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis bagaimana mekanisme-mekanisme tersebut secara halus dan terstruktur mendukung kelompok sosial tertentu sekaligus meminggirkan kelompok lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dari latar belakang sosial-ekonomi tinggi cenderung memiliki modal budaya dan habitus yang selaras dengan ekspektasi institusi pendidikan, memberikan keunggulan signifikan dalam pencapaian akademik. Sebaliknya, siswa dari latar belakang rendah menghadapi hambatan struktural dan simbolis yang membatasi peluang mereka. Praktik pendidikan, termasuk metode pengajaran dan sistem evaluasi, secara implisit menguntungkan kelompok dominan, sehingga mereproduksi ketimpangan di bawah narasi meritokrasi. Sistem pendidikan, dengan demikian, bukanlah alat mobilitas sosial yang netral, melainkan arena di mana ketimpangan sosial dilegitimasi dan dilanggengkan.

Published

2026-10-12