Literasi Digital dan Kesehatan Mental: Dampak Cyberbullying terhadap Motivasi Belajar Remaja di Media Sosial

Authors

  • Dedi Mulyana Saputra Universitas Nahdlatul Ulama Author
  • Nia Kurniawati Dewi Universitas Nahdlatul Ulama Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muradik.v2i4.583

Keywords:

literasi digital, cyberbullying, kesehatan mental, motivasi belajar, remaja, media social

Abstract

Penggunaan media sosial yang masif di kalangan remaja membawa konsekuensi ganda: di satu sisi membuka akses informasi dan interaksi sosial, di sisi lain meningkatkan risiko cyberbullying yang mengancam kesehatan mental dan motivasi belajar. Penelitian ini mengkaji dampak cyberbullying terhadap motivasi belajar remaja serta peran literasi digital sebagai faktor protektif. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis berbagai temuan empiris tentang hubungan antara cyberbullying, kesehatan mental, dan performa akademik remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying berkorelasi signifikan dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi pada remaja korban, yang selanjutnya menjadi mediator penting dalam penurunan motivasi belajar, gangguan konsentrasi, dan peningkatan ketidakhadiran sekolah . Dampak psikologis seperti stres kronis, rasa takut akan penghinaan publik, dan perasaan tidak berdaya secara langsung mengikis harga diri dan kesejahteraan psikologis korban . Studi juga mengungkap bahwa bentuk-bentuk cyberbullying yang umum terjadi di kalangan remaja meliputi pelecehan, kritik, impersonasi, penyebaran rumor, dan pengabaian sosial, yang semuanya memberikan tekanan psikologis nyata . Penelitian ini menemukan bahwa literasi digital berperan krusial dalam pencegahan cyberbullying, dengan program-program berbasis literasi digital terbukti efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang bentuk-bentuk cyberbullying, dampak negatifnya, serta pentingnya etika dan saling menghormati dalam bermedia sosial . Intervensi yang mengintegrasikan edukasi literasi digital, dukungan kesehatan mental di sekolah, dan keterlibatan orang tua direkomendasikan sebagai pendekatan holistik untuk melindungi kesejahteraan remaja di era digital .

Published

2026-10-12