Keadilan Sosial dalam Pendidikan Bahasa: Interseksi Ras, Etnisitas, Gender, dan Seksualitas di Asia Tenggara

Authors

  • Asriani Ramadhani Universitas Hasanuddin Author
  • Arya Wirawan Universitas Hasanuddin Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muradik.v2i4.556

Keywords:

keadilan sosial, pendidikan bahasa, interseksionalitas, Asia Tenggara, affordance, inklusi

Abstract

Keadilan sosial dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara menjadi isu kritis di tengah keberagaman etnis, bahasa, dan budaya kawasan. Penelitian ini mengkaji interseksi ras, etnisitas, gender, dan seksualitas dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara melalui tinjauan literatur sistematis. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan bahasa berperan ganda sebagai arena reproduksi maupun resistensi terhadap ketidakadilan sosial. Kerangka affordance lima dimensi perceptibility, valence, compositionality, normativity, dan intentionality dikembangkan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana siswa dari kelompok marginal mengalami peluang dan kendala belajar yang berbeda . Penelitian di ASEAN menunjukkan bahwa sementara ada kemajuan dalam kurikulum yang seimbang dan inklusi siswa disabilitas, tantangan besar tetap ada dalam pengakuan bahasa-bahasa pribumi serta hak komunitas LGBTQIA+ . Pendidikan berbasis bahasa ibu terbukti efektif meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan formal, terutama di Filipina dan Papua Nugini, dengan mengurangi intimidasi dan membangun kepercayaan . Di Vietnam, pedagogi keadilan sosial yang melibatkan kemitraan dengan organisasi sipil berhasil mengembangkan kesadaran etis dan sensitivitas budaya pada calon guru bahasa Inggris . Penelitian ini menyimpulkan bahwa mewujudkan keadilan sosial dalam pendidikan bahasa di Asia Tenggara memerlukan pendekatan interseksional yang mengakui bagaimana berbagai identitas sosial saling bersinggungan, serta kebijakan yang mendukung pedagogi transformatif, pengakuan bahasa ibu, dan pelatihan guru yang responsif terhadap keberagaman

Published

2026-10-03