Paradigma Ilmu Sosial Profetik Dan Komunikasi: Humanisasi, Liberasi, Dan Transendensi Perspektif Kuntowijoyo
DOI:
https://doi.org/10.64365/muradik.v2i3.460Keywords:
ilmu sosial profetik, kuntowijoyo, komunikasi, transendensiAbstract
Paradigma Ilmu Sosial Profetik (ISP) yang ditulis Kuntowijoyo merupakan rangkaian tawaran epistemologis sebagai respons terhadap dominasi paradigma ilmu sosial bercorak positivistik yang bebas nilai bahkan cenderung sekuler. Kuntowijoyo berupaya mengintegrasikan dimensi etik, transendental, serta empirik. Ilmu sosial profetik tersebut dilandaskan pada nilai-nilai kenabian yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya QS. Ali Imran ayat 110. Sedangkan dalam studi ilmu komunikasi, Ilmu Sosial Profetik menawarkan orientasi komunikasi yang berbeda dibanding komunikasi konvensional, yakni tidak hanya fokus sebagai alat transmisi informasi efisien, tetapi mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang berlandaskan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan gagasan Kuntowijoyo serta berbagai literatur lalu menganalisis pemikiran Kuntowijoyo yang memiliki relevansi pada kajian ilmu komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik memiliki misi memanusiakan manusia (humanisasi), membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan (liberasi), serta mengarahkan manusia kepada nilai-nilai ketuhanan (transendensi). Ketiga dimensi tersebut saling terintegrasi dalam membentuk paradigma komunikasi yang berorientasi pada perubahan sosial dan spiritual secara bersamaan. Pada akhirnya komunikasi profetik tidak bisa dipisahkan dengan tanggungjawab moral dan sosial.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


