Peran Guru Dalam Menerapkan Budaya Mengaji Sebagai Perwujudan Sila Pertama Pancasila Usia 5-6 Tahun Di Ra Al - Rosyid Dander Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.64365/muradik.v1i3.46Keywords:
anak usia dini, budaya mengaji, Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila, peran guruAbstract
Penelitian ini mengkaji peran guru dalam membudayakan kegiatan mengaji sebagai perwujudan sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada anak usia 5–6 tahun di RA Al-Rosyid Dander Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 21 anak dan 3 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perencana, fasilitator, motivator, teladan, dan evaluator dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam pembelajaran sehari-hari. Faktor pendukung meliputi komitmen lembaga, keterlibatan orang tua, dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu dan variasi kemampuan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya mengaji secara konsisten dapat menumbuhkan kesadaran spiritual dan karakter kebangsaan anak usia dini, sehingga menjadi pendekatan strategis dalam mengintegrasikan nilai religius dengan identitas kewarganegaraan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


