Dari "Penggunaan AI" menuju "Pengaturan AI": Kebijakan dan Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Otonomi Kognitif Siswa
DOI:
https://doi.org/10.64365/muradik.v2i3.352Keywords:
kecerdasan buatan, kebijakan AI, otonomi kognitif, Keterlibatan Siswa, etika pendidikanAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat telah mengubah lanskap pendidikan, khususnya dalam proses belajar siswa. Judul "Dari 'Penggunaan AI' menuju 'Pengaturan AI': Kebijakan dan Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Otonomi Kognitif Siswa" mencerminkan pergeseran paradigma dari sekadar pemanfaatan teknologi menuju perlunya kerangka regulasi yang komprehensif. Artikel ini membahas dampak penggunaan AI terhadap otonomi kognitif siswa yaitu kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan mandiri, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Di satu sisi, AI menawarkan personalisasi pembelajaran dan akses informasi yang luas. Di sisi lain, ketergantungan berlebihan pada AI berpotensi menurunkan daya nalar, inisiatif, dan kemandirian intelektual siswa. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tidak hanya mengatur teknis penggunaan AI, tetapi juga melindungi dan mengembangkan otonomi kognitif. Artikel ini mengusulkan pendekatan kebijakan berbasis etika, literasi AI kritis, serta peran guru sebagai fasilitator otonomi. Kesimpulannya, pengaturan AI yang bijak adalah kunci agar AI menjadi alat pemberdayaan, bukan substitusi, terhadap kemampuan berpikir siswa.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


