Ketimpangan Akses Pembelajaran Digital: Studi Kasus Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Pasca Pandemi

Authors

  • Ahmad Faisal Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Author
  • Hesti Puji Lestari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muradik.v2i2.308

Keywords:

Ketimpangan digital, pembelajaran digital, daerah 3T, pasca pandemi, akses pendidikan

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memaksa transformasi sistem pendidikan secara masif ke dalam platform digital. Namun, transisi ini memperdalam kesenjangan yang sudah ada, khususnya bagi wilayah-wilayah yang secara geografis dan infrastruktur tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan akses terhadap pembelajaran digital di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) pasca pandemi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tiga desa di perbatasan Indonesia, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan siswa, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca pandemi, ketimpangan akses tidak hanya berhenti pada ketersediaan perangkat (smartphone) dan paket data, tetapi juga pada stabilitas jaringan internet, ketersediaan listrik yang tidak merata, serta rendahnya literasi digital orang tua dan pendidik. Temuan lain mengungkapkan bahwa kebijakan "normal baru" justru meninggalkan daerah 3T dalam kesiapan infrastruktur, sehingga siswa di wilayah ini mengalami learning loss yang lebih signifikan dibandingkan daerah perkotaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan digital bersifat struktural dan memerlukan intervensi kebijakan yang spesifik, seperti optimalisasi pembelajaran hibrida berbasis komunitas dan investasi infrastruktur telekomunikasi yang inklusif. Rekomendasi diberikan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk tidak hanya berfokus pada platform digital, tetapi juga pada adaptasi kurikulum berbasis kearifan lokal dan ketersediaan sumber belajar offline.

Published

2026-04-28