Implementasi Kurikulum Merdeka: Analisis Kesulitan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.64365/muradik.v2i2.305Keywords:
Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, kesulitan guru, Sekolah DasarAbstract
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Namun, di tingkat Sekolah Dasar, guru masih menghadapi berbagai kendala dalam mengimplementasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 guru kelas di tiga Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama guru meliputi: (1) kurangnya pemahaman konseptual mengenai prinsip dan strategi pembelajaran berdiferensiasi, (2) keterbatasan waktu dalam merencanakan dan mengelola kegiatan belajar yang bervariasi, (3) sulitnya mengidentifikasi profil belajar, minat, dan kesiapan siswa secara akurat, (4) kurangnya ketersediaan sumber belajar dan media yang mendukung diferensiasi, serta (5) beban administratif yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan praktis, dan penyederhanaan administrasi agar guru dapat mengatasi kesulitan tersebut dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi secara optimal di Sekolah Dasar.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


