Peran Bahasa Daerah dalam Menumbuhkan Sikap Etnosentrisme Positif di Kalangan Komunitas Tari Modern
Keywords:
Bahasa Daerah, Etnosentrisme Positif, Komunitas Tari Modern, Identitas Budaya, Komunikasi AntarbudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bahasa daerah dalam menumbuhkan sikap etnosentrisme positif di kalangan komunitas tari modern. Dalam konteks globalisasi yang cenderung menonjolkan budaya populer, penggunaan bahasa daerah di lingkungan seni tari menjadi bentuk resistensi kultural sekaligus ekspresi identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap anggota komunitas tari modern di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi internal komunitas, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan terhadap warisan budaya daerah. Sikap etnosentrisme positif tercermin melalui penghargaan terhadap nilai-nilai lokal tanpa merendahkan budaya lain, serta melalui semangat menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai identitas kultural. Bahasa daerah berperan dalam membangun solidaritas sosial antaranggota komunitas, memperkuat rasa memiliki terhadap budaya asal, dan menjadi sarana pembentukan karakter nasionalis di kalangan generasi muda. Dengan demikian, pelestarian bahasa daerah melalui aktivitas seni seperti tari modern dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan kesadaran multikultural yang berakar pada kearifan lokal.



