Ekologi Media Linguistik Non-Kekerasan: Negosiasi Empati dan Keamanan dalam Komunikasi Manusia-AI

Authors

  • Rafli Fauzan Universitas Kristen Maranatha Author
  • Siti Rahmawati Putri Universitas Kristen Maranatha Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/murabah.v2i4.594

Keywords:

ekologi media, linguistik non-kekerasan, negosiasi empati, keamanan komunikasi, Coordinated Management of Meaning, mediator AI

Abstract

Kecerdasan buatan generatif semakin menjadi mediator dalam komunikasi antarmanusia, menim  bulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana teknologi ini mengelola makna, emosi, dan keamanan psikologis dalam ruang digital. Penelitian ini mengkaji ekologi media linguistik non-kekerasan yang muncul dari negosiasi empati dan keamanan dalam komunikasi manusia-AI. Menggunakan kerangka Coordinated Management of Meaning (CMM), yang mengidentifikasi tiga dimensi penting dalam dialog berkelanjutan koherensi (pemahaman bersama), koordinasi (penyelarasan tindakan), dan misteri (pengakuan atas apa yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan) penelitian ini mengeksplorasi bagaimana agen AI dapat berfungsi sebagai mediator dalam percakapan yang terfragmentasi secara emosional dan berpotensi konfliktual . Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus eksperimental pada dialog dengan topik sensitif secara politik dan budaya, dengan melibatkan agen AI yang dirancang berdasarkan prinsip CMM . Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen AI generatif dapat mengurangi hambatan emosional dan memfasilitasi dialog yang lebih hormat dan inklusif, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan diskusi semacam itu. Dengan menyempurnakan pernyataan pengguna secara strategis dan memodulasi nada berdasarkan gaya resolusi konflik, agen ini dapat mempromosikan pengakuan timbal balik dan meningkatkan kualitas wacana . Namun, temuan juga menyoroti keterbatasan: penerapan strategi yang terlalu kaku atau penghalusan emosi yang berlebihan dapat mengurangi keaslian pembicara atau menghambat ekspresi kritis. Penelitian ini juga mengungkap bahwa dalam konteks multibahasa, AI mengungkap dan menyembunyikan aspek makna budaya yang disebut sebagai "misteri" ketika berhadapan dengan topik-topik sensitif secara sosial. Ketika AI menerjemahkan atau memformat ulang pesan antar bahasa, terjadi negosiasi antara kejelasan dan ambiguitas, antara kenyamanan emosional dan akurasi faktual . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekologi media linguistik non-kekerasan memerlukan keseimbangan yang hati-hati antara kenyamanan emosional, agensi ekspresif, dan adaptasi yang peka terhadap konteks dalam desain sistem AI komunikatif. Implikasi temuan ini penting bagi pengembang AI, pembuat kebijakan, dan praktisi komunikasi dalam merancang sistem yang mendukung dialog yang aman dan empatik tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan pemikiran kritis. Ekologi media yang berkelanjutan menuntut AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga peka terhadap kompleksitas komunikasi manusia.

Published

2026-10-14