Analisis Wacana Multimodal dan Multibahasa pada Media Sosial TikTok: Pendekatan Korpus untuk Memahami Identitas Digital Generasi Muda Indonesia

Authors

  • Fikri Zulfikar Universitas Islam Bandung Author
  • Gadis Melati Sari Universitas Islam Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/murabah.v2i3.508

Keywords:

analisis wacana multimodal, multibahasa, TikTok, korpus, identitas digital, generasi muda Indonesia

Abstract

Media sosial TikTok telah menjadi ruang dominan bagi generasi muda Indonesia dalam mengekspresikan diri, membangun relasi sosial, dan menegosiasikan identitas digital. Keunikan TikTok terletak pada sifatnya yang multimodal (video, audio, teks, efek visual) dan multibahasa (penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing secara hibrida), yang menciptakan lanskap wacana digital yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana multimodal dan multibahasa di TikTok Indonesia dengan menggunakan pendekatan korpus untuk memahami bagaimana generasi muda mengonstruksi identitas digital mereka. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana multimodal berbasis korpus, dengan mengumpulkan dan menganalisis 1.000 video TikTok terpopuler dari 100 kreator yang mewakili berbagai kategori konten (edukasi, hiburan, gaya hidup, aktivisme sosial, dan komedi). Data dianalisis menggunakan kombinasi analisis multimodal (visual, audio, dan tekstual) serta analisis linguistik korpus untuk mengidentifikasi pola penggunaan bahasa, strategi multimodal, dan tema identitas yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital generasi muda Indonesia di TikTok dikonstruksi melalui tiga strategi utama: (1) hibriditas linguistik pencampuran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah dalam satu unggahan sebagai penanda identitas kosmopolitan sekaligus lokal; (2) multimodalitas sebagai strategi ekspresif penggunaan efek visual, musik, dan gerakan tubuh untuk memperkuat pesan dan membentuk afek kolektif; dan (3) negosiasi identitas dalam ruang publik digital di mana kreator secara simultan menampilkan identitas personal, kelompok, dan aspirasional melalui pemilihan genre, gaya bahasa, dan estetika visual. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kontestasi identitas antara orientasi global dan lokal, serta antara kepatuhan dan perlawanan terhadap norma sosial arus utama. Pendekatan korpus memungkinkan identifikasi pola-pola linguistik dan multimodal yang berulang, seperti penggunaan kata serapan bahasa Inggris, frasa slang lokal, dan tren estetika visual yang berubah-ubah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode analisis wacana digital berbasis korpus dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana generasi muda Indonesia menavigasi kompleksitas identitas di era platform digital. Temuan ini juga memiliki implikasi penting bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan pemasar dalam memahami lanskap komunikasi digital generasi muda.

Published

2026-07-29