Pemrosesan Bahasa M dan Top-Down Processing: Kajian Psikolinguistik terhadap Variasi Linguistik Generasi Z di TikTok

Authors

  • Mulyono Raharjo Universitas Hang Tuah Surabaya Author
  • Nadia Yasmin Permata Universitas Hang Tuah Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/murabah.v2i3.452

Keywords:

Pemrosesan Bahasa M, Top-Down Processing, variasi linguistik, Generasi Z, TikTok

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena variasi linguistik yang digunakan oleh Generasi Z di platform TikTok melalui perspektif psikolinguistik, dengan fokus pada dua konsep utama, yaitu Pemrosesan Bahasa M (Language M Processing) dan Top-Down Processing. Generasi Z dikenal aktif menciptakan dan menggunakan ragam bahasa informal, singkatan, dan istilah unik yang berkembang pesat di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari unggahan video, kolom komentar, serta konten viral di TikTok yang diproduksi oleh pengguna berusia 18–25 tahun. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pola variasi linguistik, lalu menafsirkannya berdasarkan mekanisme pemrosesan bahasa M (yang menekankan efisiensi dan kelincahan kognitif dalam produksi bahasa tertulis singkat) dan top-down processing (di mana pemahaman makna sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, latar belakang pengetahuan bersama, dan skema budaya digital). Hasil kajian menunjukkan bahwa variasi linguistik Generasi Z di TikTokseperti elipsis, akronim baru, alih kode, serta penggunaan diksi non-baku bukan semata-mata bentuk kesalahan berbahasa, melainkan strategi komunikasi adaptif yang efisien. Pemrosesan Bahasa M memungkinkan penutur untuk memproduksi tuturan cepat dengan beban kognitif rendah, sementara top-down processing membantu mitra tutur menginterpretasikan maksud di balik bentuk linguistik yang tampak tidak utuh atau menyimpang dari kaidah baku. Kajian ini menyimpulkan bahwa variasi linguistik Generasi Z di TikTok mencerminkan perubahan dalam cara bahasa diproses secara mental di era digital, yang menuntut keluwesan antara sistem bahasa formal dan kebutuhan komunikasi instan berbasis konteks.

Published

2026-07-08