Dampak Deepfake terhadap Kepercayaan Publik dan Teori Komunikasi Massa di Era Politik Digital
DOI:
https://doi.org/10.64365/murabah.v2i3.359Keywords:
deepfake, kepercayaan publik, teori komunikasi massa, politik digital, disinformasiAbstract
Era politik digital telah melahirkan berbagai inovasi teknologi komunikasi, termasuk kemunculan deepfake konten sintetis yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan untuk meniru penampilan atau suara seseorang secara realistis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak deepfake terhadap kepercayaan publik serta relevansinya dengan teori komunikasi massa dalam konteks politik digital. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan pustaka sistematis, studi ini mengeksplorasi bagaimana deepfake mengganggu asumsi dasar teori komunikasi massa klasik, seperti teori agenda-setting, two-step flow, dan uses and gratifications. Hasil analisis menunjukkan bahwa deepfake secara signifikan menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi politik karena sulitnya membedakan konten asli dan palsu. Hal ini menciptakan krisis epistemologis yang disebut truth decay, di mana publik cenderung mengalami disorientasi informasi dan meningkatkan skeptisisme terhadap media maupun elite politik. Dalam kerangka teori komunikasi massa, deepfake memperlihatkan pergeseran dari model efek terbatas menuju lingkungan informasi hiper-realitas yang dikendalikan oleh algoritma dan platform digital. Studi ini merekomendasikan perlunya literasi digital kritis, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan regulasi etika komunikasi digital guna memitigasi ancaman deepfake terhadap integritas ruang publik politik.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



