Diplomasi Bahasa sebagai Objek Kebijakan Luar Negeri: Studi Kasus Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Kawasan ASEAN

Authors

  • Elvina Rahma Syahira Universitas Telkom Author
  • Gisela Angelina Putri Universitas Telkom Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/murabah.v2i2.267

Keywords:

Komunikasi Persuasif, Iklan YouTube, Persepsi, Mahasiswa, Generasi Digital Native

Abstract

Dinamika Komunikasi Politik Digital: Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis) Percakapan Publik tentang Isu Lingkungan di Media SosialPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi politik digital dalam percakapan publik mengenai isu lingkungan di media sosial. Di era digital, media sosial telah menjelma menjadi arena publik baru (digital public sphere) yang memfasilitasi diskursus politik, termasuk isu lingkungan yang sarat dengan kepentingan publik dan kebijakan. Isu lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan deforestasi tidak lagi hanya menjadi wacana ilmiah, tetapi juga menjadi komoditas politik yang diperdebatkan oleh berbagai aktor.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis/SNA) . Metode SNA dipilih untuk memetakan struktur jaringan komunikasi, mengidentifikasi aktor-aktor kunci (influencer), serta melihat pola penyebaran informasi dan interaksi (seperti mention, retweet, atau reply) antar pengguna. Data dikumpulkan dari percakapan di platform media sosial (misalnya Twitter/X) dengan menggunakan kata kunci tertentu terkait isu lingkungan dalam periode waktu yang telah ditentukan. Analisis dilakukan dengan mengukur metrik jaringan seperti degree centrality, betweenness centrality, dan modularity untuk mengelompokkan komunitas atau kluster diskusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa percakapan publik tentang isu lingkungan di media sosial membentuk struktur jaringan yang kompleks dan terpolarisasi. Temuan mengungkapkan adanya beberapa kluster komunitas yang didominasi oleh aktor-aktor tertentu, seperti aktivis lingkungan, politisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa, dan akademisi. Aktor-aktor dengan betweenness centrality tinggi berperan sebagai penghubung antarkluster dan memiliki kendali signifikan atas arus informasi. Lebih lanjut, dinamika komunikasi yang terjadi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga sarat dengan negosiasi makna, advokasi kebijakan, dan bahkan resistensi terhadap kekuasaan, yang menjadi ciri khas komunikasi politik.

Published

2026-04-28