Pola Komunikasi Persuasif Iklan YouTube dan Pembentukan Persepsi Mahasiswa sebagai Generasi Digital Native
DOI:
https://doi.org/10.64365/murabah.v2i2.266Keywords:
Komunikasi Persuasif, Iklan YouTube, Persepsi, Mahasiswa, Generasi Digital NativeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi persuasif dalam iklan YouTube serta pembentukan persepsi di kalangan mahasiswa sebagai representasi generasi digital native. Latar belakang penelitian ini adalah dominasi platform YouTube sebagai media konsumsi konten utama bagi generasi muda yang lahir dan tumbuh di era digital, menjadikan iklan di platform ini memiliki peran strategis dalam membentuk opini dan perilaku khalayak . Generasi digital native memiliki karakteristik unik dalam memproses informasi, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang tepat agar pesan iklan dapat diterima secara efektif .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang menjadi landasan utama dalam penelitian ini adalah teori persepsi serta model komunikasi persuasif, termasuk Elaboration Likelihood Model (ELM) yang menjelaskan dua jalur pemrosesan pesan, yaitu jalur sentral dan jalur periferal .Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi persuasif dalam iklan YouTube dibangun melalui berbagai strategi, antara lain penggunaan struktur narasi (storytelling) yang kuat, unsur humor, daya tarik emosional (patos), serta elemen visual dan musik yang menarik . Strategi ini dirancang untuk menciptakan resonansi pesan yang mudah diingat dan diterima oleh audiens. Bagi mahasiswa sebagai digital native, pembentukan persepsi terhadap iklan tidak hanya terjadi secara linear, melainkan melalui proses selektif yang melibatkan sensasi, atensi, dan interpretasi . Faktor-faktor seperti nilai hiburan, kredibilitas pesan, dan relevansi konten dengan keseharian mereka menjadi penentu utama dalam membentuk persepsi positif maupun negatif .Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi persuasif iklan YouTube sangat bergantung pada kemampuannya mengintegrasikan elemen kreatif dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik audiens digital native. Iklan yang mampu menggabungkan informasi faktual dengan pendekatan emosional dan visual yang atraktif cenderung lebih berhasil dalam membentuk persepsi positif dan mendorong minat khalayak . Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi komunikasi pemasaran digital, khususnya dalam merumuskan strategi persuasif yang efektif di era media baru.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



