Analisis Sentimen dan Framing Media Sosial terhadap Isu Perubahan Iklim di Indonesia: Pendekatan Linguistik Korpus Digital
DOI:
https://doi.org/10.64365/murabah.v2i1.234Keywords:
Neurolinguistik, Bilingualisme Awal, Fungsi Eksekutif, Pemrosesan Kalimat Ambigu, Elektroensefalografi (EEG)Abstract
Penelitian neurolinguistik ini menginvestigasi dampak bilingualisme awal terhadap fungsi eksekutif dan pemrosesan kalimat ambigu menggunakan elektroensefalografi (EEG). Partisipan terdiri dari dewasa muda bilingual awal (terpapar sebelum usia 6 tahun) dan monolingual. Data EEG direkam selama penyelesaian tugas kognitif (flanker dan peralihan tugas) serta tugas pemrosesan kalimat ambigu leksikal dan struktural. Analisis komponen event-related potentials (ERP) menunjukkan bahwa kelompok bilingual awal menunjukkan pola neural yang lebih efisien dalam fungsi eksekutif, ditandai dengan amplitudo N2/P3 yang lebih kecil dan latensi lebih cepat, mengindikasikan keunggulan dalam kontrol inhibisi. Pada pemrosesan bahasa, kelompok bilingual menunjukkan pola aktivasi P600 dan N400 yang berbeda saat menghadapi ambiguitas, yang merefleksikan strategi integrasi konteks dan resolusi ambiguitas yang lebih fleksibel. Temuan ini mendukung teori keunggulan bilingual (bilingual advantage) dalam domain kognitif non-linguistik dan sekaligus mengungkap modulasi neurokognitif dalam pemrosesan bahasa kompleks. Hasil penelitian memberikan bukti empiris tentang neuroplastisitas yang diinduksi pengalaman bilingual sejak dini, yang membentuk sistem kendali kognitif dan dasar neural pemrosesan kalimat ambigu.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



