Ketidaksetaraan Spasial dan Dinamika Kinerja Industri Regional pada Usaha Mikro dan Kecil di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.64365/muaratek.v1i1.676Keywords:
autokorelasi spasial, ketahanan wilayah, ketidaksetaraan spasial, konvergensi regionalAbstract
Artikel ini meninjau literatur tentang ketidaksetaraan spasial dan dinamika kinerja regional industri mikro dan kecil (IMK) di Indonesia. Tinjauan memadukan teori konvergensi neoklasik, sebab-akibat kumulatif, ekonomi geografi baru, dan literatur ketahanan wilayah. Artikel kemudian membahas alat ukur ketidaksetaraan dan dinamika spasial, yaitu indeks Theil dan dekomposisinya, konvergensi sigma dan beta, Moran's I dan LISA, serta rantai Markov spasial. Data resmi menunjukkan pertumbuhan produksi IMK pada triwulan IV 2021 sangat beragam antarprovinsi. Tinjauan menemukan bahwa studi ketimpangan regional di Indonesia terutama memakai PDRB atau pengeluaran, alat ukur umumnya dipakai terpisah, dan perbedaan respons IMK antarwilayah terhadap guncangan belum dikaji secara sistematis. Artikel mengusulkan agenda empiris terpadu pada data IMK provinsi.


