KONVERGENSI PRODUKTIVITAS REGIONAL DAN TRANSFORMASI STRUKTURAL DI INDUSTRI MIKRO DAN KECIL INDONESIA

Authors

  • Damsiar Universitas Indonesia Mandiri Author
  • Sumanto Universitas Indonesia Mandiri Author
  • Yantinah Universitas Indonesia Mandiri Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muaratek.v3i1.671

Keywords:

konvergensi produktivitas, industri mikro dan kecil, konvergensi sigma, konvergensi beta, club convergence

Abstract

Penelitian ini mengkaji konvergensi produktivitas dan transformasi struktural industri mikro dan kecil (IMK) Indonesia periode 2011–2022, yang mencakup fluktuasi makroekonomi, pandemi COVID-19, serta Undang-Undang Cipta Kerja. Dengan menggunakan data panel 38 provinsi serta analisis konvergensi sigma dan beta melalui model fixed effects, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dinamika keterkaitan produktivitas dan upah serta implikasi kebijakannya. Hasil menunjukkan konvergensi sigma parsial hingga 2019, kemudian meningkat tajam pada 2020 akibat guncangan eksternal, lalu menurun kembali. Konvergensi beta bernilai negatif dan signifikan, mengindikasikan efek kejar-mengejar, namun prosesnya lambat dan tidak merata. Terbentuk club convergence: provinsi produktivitas tinggi (misal DKI Jakarta, Jawa Barat) tumbuh stabil, sementara provinsi produktivitas rendah (Papua, NTT) tumbuh lebih cepat tetapi secara absolut masih tertinggal. Urbanisasi dan infrastruktur secara signifikan mempercepat konvergensi, sedangkan rigiditas struktural menghambatnya. Eksklusi IMK dari upah minimum memberikan fleksibilitas namun berisiko menjebak pada lingkaran upah-rendah produktivitas-rendah. Disimpulkan bahwa konvergensi produktivitas IMK bersifat kondisional dan sangat tergantung konteks lokal, sehingga diperlukan kebijakan berbasis bukti yang spesifik wilayah, bukan pendekatan seragam nasional. Penguatan infrastruktur digital, pembiayaan inklusif, dan pelatihan vokasi di provinsi tertinggal menjadi kunci percepatan transformasi struktural yang berkeadilan.

Downloads

Published

2025-01-10