Penentu Penyerapan Tenaga Kerja Di Industri Manufaktur Indonesia: Analisis Data Panel Sektoral
DOI:
https://doi.org/10.64365/muaratek.v3i1.670Keywords:
Indonesia, penyerapan tenaga kerja, industri manufaktur, data panel, Produktivitas Tenaga KerjaAbstract
Penelitian ini menganalisis determinan penyerapan tenaga kerja di industri manufaktur Indonesia periode 2008–2022 menggunakan data panel sektoral. Sektor manufaktur berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, namun ekspansi output tidak selalu proporsional dengan penyerapan tenaga kerja antar subsektor. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pertumbuhan output subsektoral, produktivitas tenaga kerja, dan guncangan krisis terhadap penyerapan tenaga kerja serta menangkap heterogenitas sektoral. Menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup 24 subsektor (KBLI dua digit) selama 15 tahun, penelitian ini menerapkan model regresi data panel efek tetap dengan transformasi log-linear, menghasilkan 360 observasi. Variabel dependen adalah jumlah tenaga kerja; variabel independen adalah nilai tambah dan produktivitas tenaga kerja; dummy krisis (tahun 2020) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan elastisitas 0,612, artinya kenaikan output 1% meningkatkan tenaga kerja sebesar 0,612%. Sebaliknya, produktivitas tenaga kerja berpengaruh negatif signifikan dengan elastisitas -0,285, mengindikasikan trade-off antara efisiensi dan penciptaan lapangan kerja. Dummy krisis menurunkan tenaga kerja sebesar 8,7%. Terdapat heterogenitas antar subsektor: subsektor padat karya (makanan, tekstil, alas kaki) menyerap lebih banyak tenaga kerja, sementara subsektor padat modal (kimia, logam dasar) menghasilkan nilai tambah lebih tinggi namun penyerapan tenaga kerja lebih rendah. Temuan ini mengimplikasikan kebijakan industri harus menyeimbangkan pertumbuhan output, peningkatan produktivitas, dan ketahanan krisis untuk mencapai penyerapan tenaga kerja yang inklusif dan berkelanjutan.


