Relevansi Nilai-Nilai Akhlak Islam dalam Menghadapi Perkembangan Artificial Intelligence di Lingkungan Pendidikan

Authors

  • Miftah Fariz Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muaradik.v2i3.510

Keywords:

Keywords: artificial intelligence, Islamic ethics, Islamic education, digital ethics, academic integrity.

Abstract

Perkembangan artificial intelligence telah membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran di lingkungan pendidikan. Teknologi ini dapat membantu guru dan peserta didik dalam mengakses informasi, menyusun materi, memperoleh penjelasan, serta mengembangkan media pembelajaran. Namun, penggunaannya juga menimbulkan persoalan etis, seperti ketidakjujuran akademik, plagiarisme, ketergantungan teknologi, informasi yang tidak akurat, pelanggaran privasi, bias algoritma, dan kesenjangan akses. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi nilai-nilai akhlak Islam dalam menghadapi perkembangan artificial intelligence di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab akhlak Islam, buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahap reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, tabayyun, keadilan, dan ihsan memiliki relevansi konseptual dan praktis dalam mengarahkan penggunaan artificial intelligence. Kejujuran menjaga integritas akademik, amanah mengarahkan penggunaan teknologi sesuai tujuan pendidikan, tanggung jawab menegaskan posisi manusia sebagai pengendali teknologi, tabayyun memperkuat verifikasi informasi, keadilan melindungi kesetaraan akses, sedangkan ihsan mendorong pemanfaatan teknologi secara optimal dan bermanfaat. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui pembelajaran kontekstual, keteladanan guru, pembiasaan, kebijakan lembaga, dan sistem penilaian yang berorientasi pada proses. Penelitian ini menyimpulkan bahwa artificial intelligence perlu ditempatkan sebagai alat bantu pendidikan yang dikendalikan oleh manusia dan berlandaskan nilai akhlak Islam.

Published

2026-07-24