Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) Mahasiswa Universitas Jember di Tengah Budaya Flexing Komisi Tiktok Affiliate

Authors

  • Mohammad Yasin Universitas Jember Author
  • Muhammad Rohman Setiawan Universitas Jember Author
  • Damar Jati Noviyanto Universitas Jember Author
  • M. Febrian Nur Zaki Universitas Jember Author

DOI:

https://doi.org/10.64365/muaradik.v2i3.390

Keywords:

Fear of Missing Out (FoMO), TikTok Affiliate, Flexing, Hiperrealitas

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai platform media sosial yang juga menjadi ruang ekonomi digital telah mendorong munculnya berbagai konten flexing komisi TikTok Affiliate yang menampilkan keberhasilan finansial para affiliator. Konten tersebut banyak diakses oleh mahasiswa dan berpotensi memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari peluang atau tren yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena FoMO pada mahasiswa Universitas Jember di tengah budaya flexing komisi TikTok Affiliate serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhi kemunculannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap dua mahasiswa Universitas Jember yang pernah mengalami FoMO terkait TikTok Affiliate serta satu affiliator yang aktif mengunggah konten flexing komisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO muncul karena mahasiswa memandang konten flexing sebagai gambaran keberhasilan yang menarik untuk diikuti sehingga menimbulkan kekhawatiran tertinggal akan tertinggal peluang memperoleh penghasilan. Faktor yang memengaruhi munculnya FoMO meliputi intensitas penggunaan media sosial, keinginan memperoleh penghasilan tambahan, pengaruh lingkungan pertemanan dan perbandingan sosial. Selain itu, budaya flexing komisi TikTok Affiliate membentuk hiperrealitas yang membuat kesuksesan finansial terlihat lebih mudah dicapai daripada kenyataan. Temuan ini menunjukkan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi kontem media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh representasi yang dibangun di ruang digital.

Published

2026-06-11